Warga Desa Kerang Suarakan Kekhawatiran Lingkungan dalam Konsultasi Publik AMDAL PT Semesta Pertambangan Indonesia

08 Mei 2026
Admin Desa Kerang
Dibaca 6 Kali
Warga Desa Kerang Suarakan Kekhawatiran Lingkungan dalam Konsultasi Publik AMDAL PT Semesta Pertambangan Indonesia

KERANG – Kepala Desa Kerang, Sajirun Makhmud, menghadiri agenda Sosialisasi dan Konsultasi Publik Di Aula Kecamatan Batu Engau Yang Di Ikuti 2 Desa, Yaitu Desa kerang dan Desa tabru yang diselenggarakan oleh PT Semesta Pertambangan Indonesia. Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana operasional perusahaan di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung di balai pertemuan warga ini juga dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh Ketua RT di wilayah Desa Kerang.

Sorotan Utama: Kualitas Udara dan Sungai

Dalam sesi diskusi, suasana sempat menghangat saat sejumlah Ketua RT dan tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi mereka. Fokus utama yang menjadi kekhawatiran warga adalah potensi penurunan kualitas lingkungan hidup.

  • Polusi Udara: Warga mengkhawatirkan debu operasional tambang yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan kebersihan pemukiman.

  • Kesehatan Sungai: Mengingat sungai merupakan urat nadi bagi sebagian warga, muncul tuntutan tegas agar perusahaan menjamin tidak adanya limbah yang mencemari aliran air yang dapat merusak ekosistem dan sumber air bersih.

Harapan Lapangan Kerja Lokal

Selain isu lingkungan, tuntutan mengenai kontribusi ekonomi menjadi poin krusial. Tokoh masyarakat mendesak PT Semesta Pertambangan Indonesia untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga lokal Desa Kerang.

"Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami minta komitmen hitam di atas putih agar anak-anak muda di desa kami mendapatkan peluang kerja sesuai dengan kapasitas mereka," ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat di sela-sela rapat.

Tanggapan Kepala Desa

Menanggapi dinamika tersebut, Kepala Desa Kerang, Sajirun Makhmud, menegaskan bahwa pihaknya berdiri di sisi masyarakat untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan dengan transparan.

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan aspirasi warga didengar. AMDAL bukan sekadar formalitas kertas, tapi harus menjadi jaminan bahwa kualitas udara dan sungai kami tetap terjaga. Terkait lapangan kerja, itu adalah syarat mutlak yang akan terus kami kawal demi kesejahteraan warga Kerang," tegas Sajirun.

Pihak PT Semesta Pertambangan Indonesia pun mencatat seluruh masukan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam dokumen AMDAL mereka dan berjanji akan melakukan kajian teknis yang lebih mendalam guna meminimalisir dampak negatif di masa mendatang.