EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DESA KERANG
DESA KERANG — Pemerintah Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, menggelar evaluasi menyeluruh terkait pelayanan serta kinerja petugas pengangkut sampah desa. Langkah ini diambil guna merespons dinamika pelayanan kebersihan yang belakangan menjadi sorotan warga setempat.
Sejumlah warga mengeluhkan ketidakpastian jadwal pengambilan sampah di area pemukiman. Keterlambatan penjemputan membuat tumpukan kantong sampah menumpuk terlalu lama di depan rumah. Kondisi ini makin diperparah oleh ulah anjing liar yang kerap mengacak-acak dan menghamburkan sampah hingga berserakan di jalan. Selain merusak pemandangan, bau menyengat yang ditimbulkan juga mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
Di sisi lain, para petugas sampah menyampaikan keluh kesah serta kendala besar yang mereka hadapi di lapangan. Menurut mereka, minimnya alokasi biaya operasional—seperti anggaran bahan bakar armada, perawatan rutin kendaraan pengangkut, hingga penyediaan alat pelindung diri (APD) yang layak—menjadi faktor utama yang menghambat efisiensi kerja. Petugas sering kali harus mengandalkan peralatan seadanya saat mengumpulkan kembali sampah yang sudah berhamburan. Menanggapi situasi tersebut, pihak Pemerintah Desa Kerang berkomitmen untuk segera merumuskan solusi konkret. Penataan ulang jadwal armada penjemputan, penguatan regulasi penanganan sampah tingkat RT, serta pengalokasian anggaran operasional yang lebih memadai menjadi prioritas utama agar tata kelola kebersihan Desa Kerang dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin